Langsung ke konten utama

Postingan

Burung Tekukur Tua

Karya : Dimas Fajar Dzulqarnain Pagi hari ini, matahari diragukan keceriaannya. Tetapi , para burung itu masih sanggup bernyanyi mesra, sembari menunggu pakan yang le z at dan nikmat dari majikannya. Pada menit-menit berikutnya, mereka semua mulai berhenti bernyanyi. Satu per satu memikirkan keberadaan majikannya. Sampai keadaan benar-benar sepi, T ekukur T ua memulai pemberbicaranya kepada rekan-rekan seperburungan atas kejadian tadi malam. “ E heheheh.. Kalian pasti memikirkan keberadaan si kolot itu kan?” Ujar si Tekukur T ua sambil tersenyum “ Iyaa ..”. Serentak burung-burung mengangguk-nagguk “Kemana S i K olot itu pergi? Tak biasanya terlambat.”. Jalak mengerenyitkan dahinya “Aku dengar tadi malam. Si U jang manusia yang bekerja pada si kolot. Dia berbicara kepada salah satu teman si kolot yang suaranya lantang. Membuatku hampir menabrakan diri ke sangkar reot ini hahahah..” . Tekukur T ua kesal sekaligus lucu “Berbicara tentang apa?” Jalak penasaran “Si kol...

Dandelion kepada Angin oleh Aqila Ruru

Mencintaimu tidak pernah mengecewakan Meski harus patah Meski harus menderita Terkadang rindu mencabik hati Memohon pada semesta untuk mempertemukan Berakhir selalu dihadapkan pada dua pilihan Mati dalam belaian atau menderita dalam kerinduan Maka aku memilih mati Setidaknya, setidaknya kita pernah bersua Pernah bercumbu dalam satu rasa Dan melebur dalam cinta

Kita Hidup Dalam Kematian oleh Aqila Ruru

  Berhenti untuk peduli, berhenti untuk percaya Adakah segala kehidupan semesta yang membuatnya? Ataukah takdir yang mengharuskan jiwa menangis menguatkan raga? Darah mengalir bagai air mata Anjing terdiam dalam hitam menolak untuk berpulang Lisan telah kelu untuk mengucap Tapi manusia, tetap dipaksa untuk terus mengharap

Workshop Daring Keanggotaan Teater Teksas Ke-16 Tahun 2021

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat anggota dan calon anggota UKM Teater Teksas. Hal itu terbukti dari tetap terselenggaranya kegiatan Workshop Keanggotaan Teater Teksas pada 12-15 Maret 2021 secara daring. Meskipun dilaksanakan secara daring selama beberapa hari, minat dan antusisme panitia dan calon anggota masih dapat dirasakan. Workshop Keanggotaan Teater Teksas sendiri merupakan kegiatan pelatihan pengembangan teater dan organisasi bagi calon anggota Teater Teksas baru. Workshop Keanggotaan Teater Teksas tahun ini bertema akar-akur. Tema tersebut dipilih sebagai representasi dan harapan agar anggota Teater Teksas memiliki hubungan yang erat. berikut nama-nama anggota yang baru saja dilantik, diantaranya: 1.         Adisti Endhang Eka Tiara 2.         Almyra Felicia 3.         Annaba Rizqi Salma 4.         Aqila Ruru Cahyaning ...

Gadis oleh Nafa Zahra Saphira

Hujan mengguyur desaku. Malam ini lengkap. Ayah sedang membaca koran di kursi, sambil sesekali menyeruput kopi gulanya. Bunda di sampingku, menonton televisi, aku menyandarkan kepalaku di bahunya, rambutku juga sesekali dibelai lembut. Bang Galen? Dia sedang tiduran di karpet dan  bermain ponsel. Abang aku itu tampan. Hidungnya mancung seperti hidung Ayah. Rahangnya tegas. Sorot matanya tajam, tetapi lembut kalau sedang mengobrol denganku. Warna kulitnya sawo matang. Pokoknya, aku cinta Bang Galen! “Len, ambilkan Bunda minum di kulkas.” Bang Galen menggeliat meregangkan tubuhnya. “Aaah, Gadis aja kenapa sih, Bun.” “Kok aku sih? Orang Abang yang disuruh Bunda kok, ya.” Aku memeluk Bunda dari samping. “Geser!” Bang Galen duduk di sampingku, padahal sofa yang kami duduki hanya muat dua orang. “Sempit, ih! Bunda, Abang tuh!” “Galen.” Yang ditegur malah nyengir dan melanjutkan senam jempol di ponselnya. “Buruan, Bang, ambilin Bunda minum, nanti dimarahin Ayah loh.” Aku b...

KOIN

Hari ini aku berlutut lagi di kakimu yang kudus Menangis sampai terhunus Merengek di dalam kardus Bersajak tanpa putus Hanya agar kau mau menukar koinku dengan sepotong roti kukus Musim hujan berlangsung sangat lama Celenganku meringkuk penuh oleh koin-koin untukmu Seperti biasa kau pasti membukanya satu persatu Tak peduli berapa lama waktumu menjamu Yang aku tahu kau pasti mengambil dan menyimpannya di saku Jika kau tak mau, membuka tutupnya sekalipun Maka itu tidak akan pernah terjadi Sampai aku terbunuh tanpa mati Masih di hari yang sama Aku terlahir kembali di musim kemarau Kau lebih tahu seberapa sering aku menjadi anak kecil yang memelas mengenakan kostum pengemis untuk datang ratusan kali ke halaman rumahmu dengan membawa botol minum kosong di siang terik Hanya agar kau mau membelikanku es krim Dan akupun hidup Hidup, kujumpai kau di musim yang lain Orang berkata musim ini adalah waktu yang damai Tapi, bagi beberapa anak, termasuk aku Ini adalah musim ...

Lelaki dan Kisah 1001 Detik

Oleh : Syahroel Agung P Seperti kemarin, pada pagi hari aku tetap setia duduk menghadap meja. Sekadar bercengkerama ringan untuk menghilangkan beban. Pagi itu, ditemani teh hangat bersama keripik pisang berperisa asin duduk menghadap meja. Seruputan pertama teh di pagi itu mengawali perbincanganku dengan meja ruang tengah. "Apa yang kamu ketahui tentang dunia ini? Apa yang kamu rasakan tentang dunia selama ini?." Tentu saja tanpa jawaban, aku terus meracau, membicarakan tentang sialnya siang itu, membicarakan tentang kesalku. "Apa kau tau? Aku sama sekali tak bermaksud untuk membunuhnya, ia secara sengaja menusukkan pisau itu ke perutnya sendiri, sialnya hanya ada aku waktu itu." "Niat baikku ternyata berbuah kesialan, aku hanya ingin menolongnya waktu itu, tapi tuduhan itu seakan menikamku. Sungguh, entah apa yang ada dipikiran mereka." Siang itu, aku pergi ke toko Wak Sino untuk membeli beberapa bahan makanan yang telah habis. Namun waktu itu suas...