Langsung ke konten utama

Postingan

Seni Dalam Refleksi di acara Dies Natalis ke-16 Teater Teksas

Di usianya yang menginjak 16 tahun, Teater Teksas terus menyatakan dirinya melalui sebuah acara puncak yang digelar Jumat, 13 Desember 2019 di Fakultas Ilmu Budaya Unsoed. Acara ini mengusung tema “Seni Dalam Refleksi” dan membuka kesempatan bagi seluruh relasi untuk bersua dalam suatu kesempatan hangat yang dikemas dalam acara panggung dan pameran. Dengan persiapan yang cukup matang, Teater Teksas berhasil mengundang berbagai kalangan teater dari dalam dan luar Purwokerto. Diantaranya ada dari UKM Hijasu (Himpunan Mahasiswa Jepang Unsoed), Teater kampus Purwokerto, Teater 28 Tasikmalaya, Teater Akar Tegal, hingga UKM Seni lan Budaya Cirebon. Sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dalam bidang kesenian, Teater Teksas membuat malam itu menjadi wadah kreasi bagi seluruh tamu undangan untuk menampilkan sebuah pentas kado dengan tema serupa. Penampilan yang ditunjukkan pun beragam. Mulai dari musikalisasi puisi, mini drama, solo vokal, dan masih banyak lagi. Acara ini ditutup ...

RESENSI BUKU BURUNG-BURUNG MANYAR KARYA YB. MANGUNWIJAYA

RESENSI BUKU: BURUNG-BURUNG MANYAR Karya YB. Mangunwijaya Oleh: Dara Nuzzul Ramadhan* Judul Buku        : Burung-Burung Manyar Pengarang         : Y.B Mangunwijaya Penerbit            : Djambatan Tahun                : 2007 ISBN                : 978-979-428-528-2 Jumlah Halaman : 319 Halaman Roman Burung-Burung Manyar adalah roman yang bisa kita bilang menceritakan pengalaman batin seorang laki-laki keturunan ningrat, asli Indonesia, yang berpihak kepada Belanda dibanding berpihak kepada Indonesia, tanah airnya sendiri. Membacanya menambah sudut pandang kita terhadap peristiwa yang terjadi pada masa prakemerdekaan dan pascakemerdekaan. Pasalnya, Selama ini yang kita ketahui adalah sejarah-sejarah dari sudut pandang bangsa Indonesia yang pro terhadap republik ini sendiri. S...

Pertunjukan Pukul Dua Selesai

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Teksas baru saja menyelesaikan Pentas Produksinya yang ke-24 pada Sabtu, 14 September 2019 di Gedung Kesenian Soetedja Purwokerto. Pementasan disutradarai oleh Rizky Riyanti Azhari (Kibel), Asisten Sutradara Indri Dwi Lestari, dan  aktor diperankan oleh Nafa Zahra Saphira (Sekar); Nur Titin Puspita Sari (Maria); Asyifa Sobiroh (Sefia); dan Antonius Herlambang Wijaya (Laki-laki). Kegiatan Pentas Produksi ini merupakan hajat besar tahunan bagi Teater Teksas. Setelah setahun yang lalu pentas produksi tidak berhasil dilaksanakan, tahun ini Teater Teksas membayarkan utangnya dengan mengadakan tur ke luar kota. Dengan membawa gagasan mengenai kebebasan semu dalam konstruksi sosial, pementasan bertajuk “Pertunjukan Pukul Dua” ini dibawakan di tiga kota, yaitu Bandung (9/9/19), Tasikmalaya (11/9/19), dan berakhir di Purwokerto (14/9/19). Bandung dan Tasikmalaya dipilih menjadi destinasi untuk melaksanakan pentas sebab tim artistik dan seluruh kru lai...

Pertunjukan Pukul Dua

Fragmen 1 (siapakah kita?) Adegan 1 PEMENTASAN DIBUKA DENGAN TARIAN BONDAN KENDI OLEH SEKAR YANG DIIRINGI DENGAN ALUNAN GAMELAN. DENGAN LAMPU BERWARNA SEPIA. BEGITU SENDU. MARIA MENUNGGU PELANGGAN BERSAMA BEBERAPA TEMANNYA DI TEMPAT YANG REMANG-REMANG. DUDUK DI BANGKU DENGAN TATAPAN KOSONG. HAMPIR PAGI, TAPI DIA BELUM DAPAT SATUPUN PELANGGAN PADAHAL DIA SUDAH MENGHABISKAN 5 GELAS TEH PANAS. MARIA PULANG KE RUMAHNYA DENGAN GODAAN DAN CELAAN DISEPANJANG PERJALANANNYA. SEFIA DUDUK DI DEPAN CERMIN. BERDANDAN. Fragmen 2 (Film-Film Berwarna Seperti Lipstik di Bibirmu) Adegan 1 Sefia: Di negeri yang jauh, aku bercermin. Tetapi tidak sama sekali aku melihat wajahku yang berwarna-warni. Semua hitam dan putih, terkadang sephia. apa yang orang-orang pikirkan tentang warna sephia? Apakah orang-orang berpikir bahwa itu warna yang indah? Sephia: coklat dan abu-abu. Seperti hitam dan putih. Warna ini tidak menggambarkan aku. Jika aku boleh memilih, akan ku simbolkan diriku dengan warna ...