Langsung ke konten utama

Postingan

Workshop Daring Keanggotaan Teater Teksas Ke-16 Tahun 2021

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat anggota dan calon anggota UKM Teater Teksas. Hal itu terbukti dari tetap terselenggaranya kegiatan Workshop Keanggotaan Teater Teksas pada 12-15 Maret 2021 secara daring. Meskipun dilaksanakan secara daring selama beberapa hari, minat dan antusisme panitia dan calon anggota masih dapat dirasakan. Workshop Keanggotaan Teater Teksas sendiri merupakan kegiatan pelatihan pengembangan teater dan organisasi bagi calon anggota Teater Teksas baru. Workshop Keanggotaan Teater Teksas tahun ini bertema akar-akur. Tema tersebut dipilih sebagai representasi dan harapan agar anggota Teater Teksas memiliki hubungan yang erat. berikut nama-nama anggota yang baru saja dilantik, diantaranya: 1.         Adisti Endhang Eka Tiara 2.         Almyra Felicia 3.         Annaba Rizqi Salma 4.         Aqila Ruru Cahyaning ...

Gadis oleh Nafa Zahra Saphira

Hujan mengguyur desaku. Malam ini lengkap. Ayah sedang membaca koran di kursi, sambil sesekali menyeruput kopi gulanya. Bunda di sampingku, menonton televisi, aku menyandarkan kepalaku di bahunya, rambutku juga sesekali dibelai lembut. Bang Galen? Dia sedang tiduran di karpet dan  bermain ponsel. Abang aku itu tampan. Hidungnya mancung seperti hidung Ayah. Rahangnya tegas. Sorot matanya tajam, tetapi lembut kalau sedang mengobrol denganku. Warna kulitnya sawo matang. Pokoknya, aku cinta Bang Galen! “Len, ambilkan Bunda minum di kulkas.” Bang Galen menggeliat meregangkan tubuhnya. “Aaah, Gadis aja kenapa sih, Bun.” “Kok aku sih? Orang Abang yang disuruh Bunda kok, ya.” Aku memeluk Bunda dari samping. “Geser!” Bang Galen duduk di sampingku, padahal sofa yang kami duduki hanya muat dua orang. “Sempit, ih! Bunda, Abang tuh!” “Galen.” Yang ditegur malah nyengir dan melanjutkan senam jempol di ponselnya. “Buruan, Bang, ambilin Bunda minum, nanti dimarahin Ayah loh.” Aku b...

KOIN

Hari ini aku berlutut lagi di kakimu yang kudus Menangis sampai terhunus Merengek di dalam kardus Bersajak tanpa putus Hanya agar kau mau menukar koinku dengan sepotong roti kukus Musim hujan berlangsung sangat lama Celenganku meringkuk penuh oleh koin-koin untukmu Seperti biasa kau pasti membukanya satu persatu Tak peduli berapa lama waktumu menjamu Yang aku tahu kau pasti mengambil dan menyimpannya di saku Jika kau tak mau, membuka tutupnya sekalipun Maka itu tidak akan pernah terjadi Sampai aku terbunuh tanpa mati Masih di hari yang sama Aku terlahir kembali di musim kemarau Kau lebih tahu seberapa sering aku menjadi anak kecil yang memelas mengenakan kostum pengemis untuk datang ratusan kali ke halaman rumahmu dengan membawa botol minum kosong di siang terik Hanya agar kau mau membelikanku es krim Dan akupun hidup Hidup, kujumpai kau di musim yang lain Orang berkata musim ini adalah waktu yang damai Tapi, bagi beberapa anak, termasuk aku Ini adalah musim ...

Lelaki dan Kisah 1001 Detik

Oleh : Syahroel Agung P Seperti kemarin, pada pagi hari aku tetap setia duduk menghadap meja. Sekadar bercengkerama ringan untuk menghilangkan beban. Pagi itu, ditemani teh hangat bersama keripik pisang berperisa asin duduk menghadap meja. Seruputan pertama teh di pagi itu mengawali perbincanganku dengan meja ruang tengah. "Apa yang kamu ketahui tentang dunia ini? Apa yang kamu rasakan tentang dunia selama ini?." Tentu saja tanpa jawaban, aku terus meracau, membicarakan tentang sialnya siang itu, membicarakan tentang kesalku. "Apa kau tau? Aku sama sekali tak bermaksud untuk membunuhnya, ia secara sengaja menusukkan pisau itu ke perutnya sendiri, sialnya hanya ada aku waktu itu." "Niat baikku ternyata berbuah kesialan, aku hanya ingin menolongnya waktu itu, tapi tuduhan itu seakan menikamku. Sungguh, entah apa yang ada dipikiran mereka." Siang itu, aku pergi ke toko Wak Sino untuk membeli beberapa bahan makanan yang telah habis. Namun waktu itu suas...

PRESS RELEASE MUSYAWARAH ANGGOTA XV TEATER TEKSAS 2019/2020

Musyawarah Anggota XV Teater Teksas 2019/2020              Salam Sastra, Salam Budaya!              Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terlaksanakannya acara Musyawarah Anggota (Musang) XV Teater Teksas periode 2018/2019 selama 8 hari, dimulai pada tanggal 3-10 Januari 2020. Di Jalan Bougenvil RT 02/RW 01 Kelurahan Grendeng. Dihadiri oleh pembina, anggota, dan alumni Teater Teksas. Serta turut mengundang UKM dan Himpunan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unsoed. Acara ini berjalan lancar meskipun terdapat beberapa kendala yang akhirnya teratasi.              Musyawarah Anggota merupakan forum tertinggi di Teater Teksas. Secara garis besar, Musang diadakan untuk menetapkan dan mengesahkan Anggaran Dasar (AD) / Anggaran Rumah Tangga (ART) dan Garis Besar Program Kerja (GBPK) y...

Seni Dalam Refleksi di acara Dies Natalis ke-16 Teater Teksas

Di usianya yang menginjak 16 tahun, Teater Teksas terus menyatakan dirinya melalui sebuah acara puncak yang digelar Jumat, 13 Desember 2019 di Fakultas Ilmu Budaya Unsoed. Acara ini mengusung tema “Seni Dalam Refleksi” dan membuka kesempatan bagi seluruh relasi untuk bersua dalam suatu kesempatan hangat yang dikemas dalam acara panggung dan pameran. Dengan persiapan yang cukup matang, Teater Teksas berhasil mengundang berbagai kalangan teater dari dalam dan luar Purwokerto. Diantaranya ada dari UKM Hijasu (Himpunan Mahasiswa Jepang Unsoed), Teater kampus Purwokerto, Teater 28 Tasikmalaya, Teater Akar Tegal, hingga UKM Seni lan Budaya Cirebon. Sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dalam bidang kesenian, Teater Teksas membuat malam itu menjadi wadah kreasi bagi seluruh tamu undangan untuk menampilkan sebuah pentas kado dengan tema serupa. Penampilan yang ditunjukkan pun beragam. Mulai dari musikalisasi puisi, mini drama, solo vokal, dan masih banyak lagi. Acara ini ditutup ...

RESENSI BUKU BURUNG-BURUNG MANYAR KARYA YB. MANGUNWIJAYA

RESENSI BUKU: BURUNG-BURUNG MANYAR Karya YB. Mangunwijaya Oleh: Dara Nuzzul Ramadhan* Judul Buku        : Burung-Burung Manyar Pengarang         : Y.B Mangunwijaya Penerbit            : Djambatan Tahun                : 2007 ISBN                : 978-979-428-528-2 Jumlah Halaman : 319 Halaman Roman Burung-Burung Manyar adalah roman yang bisa kita bilang menceritakan pengalaman batin seorang laki-laki keturunan ningrat, asli Indonesia, yang berpihak kepada Belanda dibanding berpihak kepada Indonesia, tanah airnya sendiri. Membacanya menambah sudut pandang kita terhadap peristiwa yang terjadi pada masa prakemerdekaan dan pascakemerdekaan. Pasalnya, Selama ini yang kita ketahui adalah sejarah-sejarah dari sudut pandang bangsa Indonesia yang pro terhadap republik ini sendiri. S...